Halaman

Kamis, 26 September 2013


TeamViewer adalah perangkat lunak yang memungkinkan kita untuk melakukan desktop sharing melalui Internet. Kita dapat mengontrol komputer partner kita yang berada ditempat lain, dan melakukan berbagai hal. Semua ini sangat mudah untuk dilakukan, dan bahkan kita tidak perlu pusing dengan hal-hal yang bersifat teknis seperti firewalls, IP address, ataupun NAT.
Memang kita dapat menemukan banyak perangkat lunak yang serupa, tapi TeamViewer menyediakan solusi untuk semua jenis kebutuhan. TeamViewersangat sederhana dan mudah untuk digunakan. Kita bahkan tidak perlu meng-install nya terlebih dahulu. Kita hanya perlu menjalankan perangkat lunak ini pada komputer kita, dan tentunya pada komputer yang ingin kita kontrol dari jauh.
Kita dapat melakukan banyak hal dengan bantuan TeamViewer. Sebagai contoh, kita dapat memperlihatkan desktop kita kepada partner kita, serta berbagi demo produk, presentasi, dan sebagainya. Kita juga dapat memanfaatkan TeamViewer untuk mengontrol sebuah server.
TeamViewer juga menyediakan fitur-fitur tambahan yang sangat bermanfaat, contohnya fitur file transfer, yang memudahkan kita dalam meng-copy file serta folder antara komputer kita dengan komputer partner kita.
Kita dapat mengunduh dan menggunakan TeamViewer secara gratis, asalkan untuk keperluan non-komersil. Di website resminya 
www.TeamViewer.com tersedia beberapa versi TeamViewer, yaitu TeamViewer full version, serta beberapa versi lain untuk keperluan yang lebih spesifik, seperti untuk memberikan layanan customer service, untuk mengontrol server, dan sebagainya.
Teamviewer bisa di download di website resminya. 
setelah itu jalankan file setupnya



Teamviewer bisa kita install bisa juga dijalankan tanpa harus menginstall aplikasinya, pilih pada RUN kemudian klik next

Kemudian centang pada pilihian setuju pada perjanjian yang ada


Teamviewer sudah siap kita gunakan,
Syarat supaya aplikasi ini bisa di gunakan adalah kedua computer, baik yang di remote maupun yang akan meremote sudah terpasang aplikasi teamviewer dan keduanya terhubung dengan internet.
Pada kolom Wait For Session
ID, adalah identitas computer yang digunakan apabila akan di remote oleh computer lain
Password, adalah sandi yang harus di masukan pada saat computer ini akan di remote oleh computer lain.
Jadi pada saat kita akan meremote computer orang lain kita harus tahu ID dan Password-nya.
Meremote Komputer
Komputer A dengan ID : 465685199


 
Masukan ID computer yang akan di remote, kemudian pilih koneksi yang diinginkan
  • Remote Dekstop, untuk meremote computer tujuan, bisa mengambil laih fungsi mouse dan keyboard
  • Oresentation, kebalikan dari remote desktop. Layar kita akan di tampilkan pada computer yang kita tuju
  • File Transfer, copy file antar computer remote
  • VPN, untuk versi run belum bisa, harus menggunakan versi full
Klik connect to Partner,

Masukan password, kemudian klik Log On

Tampilan computer yang sedang di remote menggunakan TeamViewer.

Tampilan Transfer File.

Jumat, 03 Mei 2013

Metode Autentikasi pada wifi













Pada dasarnya ada tiga (3) jenis Authentikasi yang sering digunakan di sebuah HotSpot, yaitu:
•    Program bebas di Internet. Umumnya berjalan di Linux.
•    Menggunakan Software tambahan di PC biasa. Salah satu yang terbaik adalah Mikrotik yang harganya sekitar Rp. 1-7 juta.
•    Menggunakan hardware tersendiri dengan software yang sudah embedded di dalamnya. Salah satu perangkat keras jenis ini adalah IP3 yang harganya US$ 1600.
Autentikasi Wireless HotSpot pada dasarnya berfungsi untuk mempersilakan atau memblokir pelanggan yang masuk melalui jaringan HotSpot.
Standarisasi awal keamanan wireless 802.11 ini menentukan bahwa untuk bisa bergabung ke dalam jaringan AP, sebelum Anda diperbolehkan  mengirim dan menerima data melalui AP, terdapat 2 pintu yang harus dilalui yaitu Authentication dan Association. Standarisasi 802.11 menggunakan 2 jenis authentication yaitu:
1.    Open System Authentication
2.    SharedKey Authentication (WEP)

Open System Authentication
Pada open system authentication, bisa dikatakan tidak ada authentication yang terjadi karena AP akan selalu memberikan jawaban”OK, masuk aja teman. Anggap seperti rumah sendiri”.
Setelah client melalui proses Open System authentication dan Association, client sudah diperbolehkan mengirimkan data melalui AP namun tidak seperti perkiraan Anda, data yang dikirimkan tidak serta merta akan dilanjutkan oleh AP ke dalam jaringannya.
Bila level keamanan WEP diaktifkan, maka data-data yang dikirimkan oleh Client haruslah dienkripsi dengan WEP Key. Bila ternyata setting WEP Key di client berbeda dengan Setting WEP Key di AP maka AP tidak akan mengenal data yang dikirimkan oleh client yang mengakibatkan data tersebut akan di buang ke tong sampah.
Jadi walaupun client diijinkan untuk mengirim data, namun data tersebut tetap tidak akan bisa melalui jaringan AP bila WEP Key antara Client dan AP ternyata tidak sama.


2. Shared Key Authentication (WEP)
Berbeda dengan Open System Authentication, Shared Key Authentication memaksa client untuk mengetahui terlebih dahulu kode rahasia/passphare sebelum mengijinkannya terkoneksi dengan AP. Idenya adalah mengurangi data sampah.
“Jika Anda tidak mengetahui WEP Key, toh akan sia-sia saja Anda saya ijinkan masuk jadi lebih baik saya cegah dulu di pintu depan”, demikian kira-kira pikir AP.
Pada proses Authentication ini, Shared Key akan “meminjam” WEP Key yang digunakan pada proses enkripsi WEP untuk melakukan pengecekan awal. Karena Shared Key Authentication “meminjam” key yang digunakan oleh level keamanan WEP, Anda harus mengaktifkan WEP untuk menggunakan Shared Key Authentication.
Untuk menghindari aksi sniffing, pengecekan WEP Key pada proses shared key authentication dilakukan dengan metode Challenge and Response sehingga tidak ada proses transfer password/WEP Key di dalam kabel (lihat box”Bagaimana Challenge dan Response Bekerja).

-Stage 3 – 802.11 association
Pada tahap ini menyelesaikan keamanan dan pilihan bit rate juga membuat link data antara klien dan akses point. Klien mempelajari BSSID yang merupaka mac address akses point dan port pada akses point yang diketahui sebagai association identifier (AID)  ke klien. AID sama dengan port pada sebuah switch. Proses asosiasi memperbolehkan infrastruktur switch untuk melacak frame tujuan dari klien sehingga data dapat diforward.

sumber http://alfredoelectroboy3.wordpress.com/2012/05/15/autentikasi-asosiasi-dan-roaming-pada-jaringan-wireless/

Jenis-Jenis Enkripsi pada wifi

Saat ini perkembangan teknologi wireless sangat signifikan sejalan dengan kebutuhan sistem informasi yang mobile. Banyak penyedia jasa wireless seperti hotspot komersil, ISP, Warnet, kampus-kampus maupun perkantoran sudah mulai memanfaatkan wireless pada jaringan masing masing, tetapi sangat sedikit yang memperhatikan keamanan komunikasi data pada jaringan wireless tersebut. Jaringan Wireless memiliki lebih banyak kelemahan dibandingkan dengan jaringan kabel.

Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni kelemahan pada konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang digunakan. Berikut adalah kegiatan atau aktifitas yang dilakukan untuk pengamanan jaringan wireless WEP (Wired Equivalent Privacy), WPA( WI-FI Protected Access), MAC Filtering.


WEP (Wired Equivalent Privacy)
WEP adalah suatu metode pengamanan jaringan nirkabel, merupakan standar keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wirelessEnkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke klien maupun access point. Kunci ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client, dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi menuju access point, dan WEP mempunyai standar 802.11b.

Alasan Memilih WEP - WEP merupakan sistem keamanan yang lemah. Namun WEP dipilih karena telah memenuhi standar dari 802.11 yakni :
  • Exportable 
  • Reasonably strong 
  • Self-Synchronizing 
  • Computationally Efficient 
  • Optional.
Fungsi WEP - WEPini dapat digunakan untuk verifikasi identitas pada authenticating station. WEP dapat digunakan untuk data encryption.

Proses WEP

Kelebihan WEP - Saat user hendak mengkoneksikan laptopnya, user tidak melakukan perubahan setting apapun, semua serba otomatis, dan saat pertama kali hendak browsing, user akan diminta untuk memasukkan Username dan password Hampir semua komponen wireless sudah mendukung protokol ini. 9.

Kelemahan WEP - Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.WEP menggunakan kunci yang bersifat statisMasalah initialization vector (IV) WEPMasalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32).


WPA (WI-FI Protected Access)
Suatu sistem yang juga dapat diterapkan untuk mengamankan jaringan nirkabel. Metode pengamanan dengan WPA ini diciptakan untuk melengkapi dari sistem yang sebelumnya, yaitu WEP. WPA mengimplementasikan layer dari IEEE, yaitu layer 802.11i. Nantinya WPA akan lebih banyak digunakan pada implementasi keamanan jaringan nirkabel.

Teknik WPA didesain menggantikan metode keamanan WEP, yang menggunakan kunci keamanan statik, dengan menggunakan TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) yang mampu berubahsecara dinamis. Protokol TKIP akan mengambil kunci utama sebagai starting point yang kemudian secara reguler berubah sehingga tidak ada kunci enkripsi yang digunakan dua kali.

Kelebihan WPA - Meningkatkan enkripsi data dengan teknik Temporal Key Integrity Protocol (TKIP). enkripsi yang digunakan masih sama dengan WEP yaitu RC4, karena pada dasarnya WPA ini merupakan perbaikan dari WEP dan bukan suatu level keamanan yang benar – benar baru, walaupun beberapa device ada yang sudah mendukung enkripsi AES yaitu enkripsi dengan keamanan yang paling tinggi.

Kelemahan WPA - Kelemahan WPA sampai saat ini adalah proses kalkulasi enkripsi/dekripsi yang lebih lama dan data overhead yang lebih besar. Dengan kata lain, proses transmisi data akan menjadi lebih lambat dibandingkan bila Anda menggunakan protokol WEP Belum semua wireless mendukung, biasanya butuh upgrade firmware, driver atau bahkan menggunakan software tertentu.


MAC Filter
MAC Address Filtering merupakan metode filtering untuk membatasi hak akses dari MAC Address yang bersangkutanHampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC Filtering. MAC filters ini juga merupakan metode sistem keamanan yang baik dalam WLAN, karena peka terhadap jenis gangguan seperti:pencurian pc card dalam MAC filter dari suatu access pointsniffing terhadap WLAN.

Fungsi MAC - Filter MAC filter fungsinya untuk menseleksi komputer mana yang boleh masuk kedalam jaringan berdasarkan MAC Address. Bila tidak terdaftar, tidak akan bisa masuk ke jaringan MAC filter Address akan membatasi user dalam mengakses jaringan wireless. Alamat MAC dari perangkat komputer user akan didaftarkan terlebih dahulu agar bisa terkoneksi dengan jaringan wireless.

Kelemahan MAC - Filter MAC Address bisa di ketahui dengan software kisMAC. Setelah diketahui MAC Address bisa ditiru dan tidak konflik walau ada banyak MAC Address sama terkoneksi dalam satu AP.


Kesimpulan
Banyaknya wireless LAN yang aktif dengan konfigurasi default akan memudahkan para hacker dapat memanfaatkan jaringan tersebut secara ilegal. Konfigurasi default dari tiap vendor perangkat wireless sebaiknya dirubah settingnya sehingga keamanan akses terhadap wifi tersebut lebih baik. Keamanan jaringan Wireless dapat ditingkatkan dengan cara tidak hanya menggunakan salah satu cara mensetting yang sudah dibahas diatas, tetapi dapat menggunakan kombinasi beberapa teknik sehingga keamanan lebih terjamin.